BLUE MIND, TENANG DAN SEHAT SAAT MEMANDANG LAUT

Saat kita merasa penat akan aktivitas sehari-hari, atau ketika sedang dirundung kesedihan yang mendalam, disaat tersebut terkadang kita membutuhkan cara untuk menenangkan diri dan mendapatkan ketenangan. Tahukah Anda, boleh jadi laut menjadi jawaban atas segala masalah yang kita miliki. Bahkan banyak orang yang mencari inspirasi akan sesuatu hal dengan mengunjungi laut. Sesaat setelah Anda berada di tepi laut sembari memandangi birunya laut yang dibatasi garis cakrawala, dan menghirup hawa laut yang segar disertai hembusan angin kencang yang mengibarkan rambut dan menimbulkan suara berderu di telinga, tanpa ada sadari, ada sebuah perasaan yang tidak dapat Anda jelaskan, dimana Anda merasa seolah-olah hidup ini tidaklah memiliki masalah, hati merasa nyaman, damai dan Anda akan merasa sangat betah untuk berlama-lama di sana. Segala hal positif yang Anda dapatkan saat berada di sekitar laut belakangan dikenal dengan istilah Blue mind.

Adalah Wallace J. Nicholes, seorang ahli biologi kelautan yang pertama kali membahas mengenai hal tersebut dalam bukunya yang berjudul Blue Mind: The Surprising Science That Shows How Being Near, In, On, Or Under Water Can Make You Happier, Healthier, More Connected, And Better At What You Do.

Dalam penelitiannya dia ingin membuktikan bahwa memandang air akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang, karena dipercaya dapat mempengaruhi otak dalam melepaskan hormon bahagia. Menurut teori blue mind, pada saat manusia berada di pantai untuk menikmati keindahan birunya laut, maka respon visual maupun indra peraba seperti kulit secara otomatis akan mengirimkan impuls berupa gambar yang indah dan segarnya hembusan angin yang menyentuh kulit menuju ke otak, berikutnya otak akan memberikan perintah kepada tubuh untuk menghasilkan neurotransmiter dan hormon-hormon kebahagiaan seperti serotonin, dopamin, oksitosin, dan juga endorfin.

Serotonin

Merupakan neurotransmitter yang bertanggung jawab dalam mengtur rasa senang, memberikan perasaan tenang, sejahtera, dan puas. Neurotransmitter ini menyebabkan kita merasa relaks, nyaman, dan damai. Selain itu serotonin memiliki fungsi mengontrol intensitas libido, jadi orang yang memiliki kadar serotonin yang cukup akan memiliki gairah seksual yang normal, dan terhindar dari malas untuk melakukan kegiatan seksual dengan pasangan. Serotonin rendah pada kedaan stress dan depresi.

Dopamin

Dopamin merupakan neurotransmitter yang juga memiliki fungsi dalam memberikan rasa senang, dan meningkatkan semangat hidup serta motivasi untuk dapat melakukan sesuatu. Dopamin yang rendah akan membuat orang merasa sedih dan tidak memiliki motivasi dalam hidup.

Oksitosin

Merupakan hormon yang biasa berperan dalam proses menstruasi, melahirkan, dan menyusui. Namun belakangan oksitosin telah diteliti lebih dalam dan saat ini oksitosin juga disebut sebagai hormon cinta, hormon oksitosin yang meningkat dapat menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang dalam diri seseorang. Rasa cinta yang timbul dapat berupa kasih sayang terhadap pasangan dan keluarga, juga terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Orang yang memiliki kadar oksitosin cukup akan cenderung memiliki sifat bertutur dan berperilaku lembut, sopan santun, dan perhatian terhadap sesama.

Endorfin

Endorfin lazim dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Hormon ini akan meningkat ketika melakukan aktifitas yang menyenankan seperti berolahraga, rekreasi, tertawa, hingga berkomunikasi dengan pasangan. Hormon ini sangat berperan dalam menjaga kesehatan, dengan kadar endorfin yang cukup akan membantu seseorang dalam mengontrol tekanan darah, gula darah, hingga membantu mengontrol produksi asam lambung.

Melihat manfaat zat-zat yang dapat memacu kebahagiaan tersebut, bayangkan jika seluruh zat tersebut muncul disaat waktu yang bersamaan. Karena hal tersebut orang akan merasa sangat nyaman ketika memandang laut. Mereka akan merasa sangat kecanduan untuk kembali. Selain itu Wallace dalam teori blue mind nya juga berpendapat, lebih dari 80 % tubuh manusia terdiri atas air, bahkan saat dalam kandungan, manusiapun sempat hidup dalam cairan ketuban ibunya. Hal ini lah yang membuat manusia secara tidak sadar selalu ingin terkoneksi dengan air.

Untuk Anda yang sedang memiliki banyak beban permasalahan terutama dalam pekerjaan, berkunjung ke pantai merupakan alternatif yang sangat bermanfaat bagi kesehaan tubuh. Rasakan sensasi blue mind bagi tubuh Anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s