MENGATASI KELAINAN SPERMA PENYEBAB KEMANDULAN PADA PRIA

Setiap pasangan suami istri pasati sangat mengharapkan hadirnya buah hati di tengah-tengah keluarga. Namun tidak buah hati yang telah dinanti selama bertahun-tahun tidak kunjung hadir. Dalam keadaan tersebut sebaiknya pasangan suami istri memeriksakan kondisi kesuburan mereka ke dokter ahli, karena bisa jadi salah satu atau keduanya memiliki kelainan yang disebut dengan “infertil” atau infertilias atau mandul ini. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2009, definisi infertilitas ialah suatu gangguan pada sistem reproduksi yang ditetapkan dengan adanya kegagalan mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kemandulan bukan disebabkan karena kelainan wanita semata, secara statistik, ternyata pria menyumbang angka yang tinggi, sekitar 40% dari jumlah pasangan yang menderita infertilitas. Berikut kita akan membahas mengenai penyebab kemandulan pada pria dan cara menanganinya.

Secara garis besar infertilitas dapat dibagi menjadi dua (Al-Hajja, 2011), yaitu:

  1. Infertilitas Primer

Yaitu keadaan dimana pria (suami) tidak pernah menhamili wanita (istri) meskipun telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama >12 bulan secara teratur tanpa kontrasepsi.

  1. Infertilitas Sekunder

Yaitu keadaan dimana pria (suami) pernah menghamili wanita (istri) tetapi kemudian tidak mampu menghamili lagi wanita (istri) meskipun telah melakukan seksual secara teratur selama >12 bulan secara teratur tanpa kontrasepsi.

 

Berbagai hal telah diketahui menjadi resiko untuk terjadinya kemandulan pada pria, faktor resiko ini dapat menyebabkan gangguan pada kualitas dan jumlah sperma maupun gangguan fungsi pada organ reproduksi.

Hal yang menjadi resiko penyebab infertilitas diantaranya :

  1. Usia

Usia memegang peranan penting dalam menentukan kesuburan. Produksi hormon testosteron mulai menurun sekitar usia 40 tahun, perubahan kualitas sperma pun akan terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Volume semen pun akan sangat berkurang setelah usia tersebut.

  1. Obesitas

Sebuah studi di Amerika Serikat menyebutkan bahwa peningkatan 10 kg berat badan dapat menurunkan kesuburan sekitar 10% dan efek terbesar terjadi pada pria dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 32. Hal ini disebabkan karena terjadi penurunan jumlah sperma motil normal secara signifikan pada pria tersebut. Kelebihan lemak dalam tubuh dapat meningkatkan jumlah produksi estrogen dan menurunkan testosteron, hal ini dapat menyebabkan gangguan baik fungsi maupun jumlah sperma yang dihasilkan.

  1. Alkohol

Alkohol merupakan zat yang sangat buruk bagi tubuh, termasuk pada organ reproduksi. Konsumsi alkohol dapat menganggu proses spermatogenesis (pembentukan sperma) sehingga menurunkan kualitas sperma.

  1. Merokok

Banyak penelitian yang menyelidiki pengaruh merokok terhadap infertilitas pria. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merokok menyebabkan efek samping pada perburukan kualitas sperma terutama pada perokok berat, perbedaan itu didasarkan pada begitu besarnya level stress oksidatif semen pada perokok berat dibandingkan dengan perokok ringan maupun perokok pasif.

  1. Stres

Pria di bawah tekanan stres  pada hasil pemeriksaan analisa semen menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan pada parameter sperma (Al-Haija, 2011). Hal ini dikaitkan dengan penurunan level testosteron yang menyebabkan kegagalan spermatogenesis dan akhirnya berpengaruh pada jumlah, motilitas, dan morfologi sperma.

  1. Menggunakan pakaian terlalu ketat

Menggunakan pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan suhu testis meningkat, suhu meningkat dalam waktu lama akan berakibat tidak baik bagi sperma. Banyak sperma yang akan lemas atau kualitasnya berkurang

  1. Gangguan Ereksi

Ketidakmampuan penis untuk ereksi secara normal, sehingga penetrasi  pada saat melakukan hubungan seksual menjadi sulit. Hal ini secara langsung dapat menyebabkan gangguan pada ejakulasi.  Gangguan ini dapat diakibatkan oleh beberapa penyakit kronis seperti diabetes mellitus, maupun gangguan psikologis seperti stres atau depresi.

  1. Kelainan pada Sperma

Kelainan pada sperma dapat menyebabkan sperma gagal untuk membuahi sel telur, kelainan dapat berupa jumlah yang kurang, bentuk yang tidak normal, sampai pergerakan sperma yang kurang baik. Kedepan akan kami bahas mengenai kelainan-kelainan pada sperma.

 

Berikut adalah kelainan pada sperma yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada pria:

  1. Tidak terdapat sperma ( azoospermia )

Cairan semen tidak mengandung sperma, keadaan ini dapat disebabkan oleh sumbatan atau kegagalan testis dalam memproduksi sperma.

  1. Jumlah sperma sedikit ( oligospermia )

Cairan ejakulasi tidak mengandung jumlah sperma yang cukup agar dapat terjadi proses pembuahan, dianggap normal jika terdapat 60 juta spermatozoa dalam setiap ml sperma.

  1. Bentuk sperma abnormal

Tujuanya adalah untuk melihat bentuk spermatozoa dan menghitung jumlah spermatozoa yang bentuknya normal dan abnormal. Bentuk spermatozoa yang normal ditentukan oleh bentuk kepala, leher, dan bentuk ekor. Semen yang normal mengandung setidaknya 48% – 50% spermatozoa normal.

  1. Gangguan motilitas

Sperma sehat memiliki ekor yang memberikan kemampuan sperma untuk bergerak di dalam saluran reproduksi wanita. Gangguan motilitas sperma akan mengganggu kesuburan, WHO mengatakan motilitas dianggap normal bila 50% atau lebih sperma bergerak maju.

Berdasarkan hal di atas, untuk mengatasi kelainan kualitas maupun kuantitas sperma, serta mengatasi penyebab gangguan pada organ reproduksi, berikut adalah hal yang dapat Anda lakukan:

  1. Berolah raga secara teratur

Olah raga secara teratur diklaim dapat meningkatkan kualitas sperma, terutama meningkatkan jumlah dan meningkatkan motilias sperma. Hal tersebut disebabkan karena olah raga diklaim mampu meningkatkan hormon reproduksi pria, yaitu testosteron. Selain itu olah raga dapat mencegah Anda dari resiko terkena penyakit metabolik seperti diabettes mellitus, telah banyak diketahui diabetes mellitus dapat menyebabkan gangguan ereksi pada pria, sehingga tidak dapat terjadi proses penetrasi penis ke dalam vagina.

  1. Capai berat badan ideal

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, obesitas dapat meningkatkan resiko infertilitas, hal tersebut terjadi akibat meningkatnya jumlah lemak dapat menurunkan produksi hormon testosteron. Dengan menurunkan berat badan menjadi berat ideal dapat mengurangi resiko dari infertilitas

  1. Stop merokok dan konsumsi alkohol.

Kedua zat ini merupakan oksidan yang dapat merusak sel-sel tubuh termasuk spermatozoa. Bentuk maupun kemampuan berlari sperma akan menjadi tidak normal, sehingga akan sulit untuk membuahi sel elur. Selain itu kualitas sperma yang akan membuahi ovum juga buruk, jika berhasil membuahi sel telur, kualitas bayi yang dilahirkan tidak akan sebaik sperma yang dihasilkan dar ayah yang bukan perokok. Dengan memberhentikan rokok dan alkohol sperma akan menjadi jauh lebih sehat.

  1. Konsumsi makanan gizi seimbang

Mulai saat ini rutinlah menginsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang sebagai bahan pembentuk sperma Anda. Makanan yang baik akan menghasilkan kualitas sperma yang baik.  Konsumsi makanan tinggi protein sperti telur, daging, kacang-kacangan, tauge, dsb. Konsumsi pula makanan yang mengandung tinggi Zink, zink diklaim dapat meningkatkan gerak dari sperma, zat ini biasa didapat pada buah-buahan, daging, makanan laut dan telur. Buah-buahan juga banyak mengandung antioksidan yang berfungsi mencegah sperma dari kerusakan. Selain itu banyak-banyaklah mengonsumsi air putih. Selain itu konsumsilah makanan yang memiliki kandungan asam folat tinggi, asam folat biasa dihasilkan oleh sayur-sayuran dan buah-buahan asam seperti jeruk maupun lemon.

  1. Istirahat yang cukup dan kurangi stres

Regenerasi dari sel-sel tubuh terjadi pada saat tidur, oleh karena itu dengan tidur yang cukup akan membantu sel-sel tubuh beregenerasi, termasuk sel-sel yang berada pada organ reproduksi. Stres juga dapat menyebabkan proses pembentukan sperma menjadi terganggu, selain itu stres menyebabkan keinginan untuk melakukan kegiatan seksual dengan pasangan menjadi berkurang,sehingga frekuensi berhubungan akan berkurang, ini akan menyebabkan pasangan sulit memiliki anak.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s