KEPUTIHAN, BERBAHAYA KAH?

keputihanApakah Anda para wanita pernah mengalami keluhan gatal dan mengeluarkan cairan keputihan dari daerah intim Anda, lalu saat diperiksa oleh dokter, dokter mengatakan “Ibu, Anda mengalami keputihan”. Hampir semua wanita pernah mengalami keluhan tersebut. Hj apa itu keputihan, ada berapa macam jenis keputihan, dan berbahayakah keputihan itu? Ada baiknya Anda mengetahui sedikit banyak mengenai keluhan yang sering menghampiri hampir seluruh wanita ini.

 

Apa itu Keputihan?
Keputihan merupakan bahasa yang banyak digunakan di masyarakat untuk menyatakan segala keluhan-keluhan seperti di atas, namun dalam istilah kedokteran keputihan dikenal sebagai Leukorrhea. Leukorrhea (lekore) atau fluor albus atau keputihan ialah cairan yang keluar dari vagina yang bersifat berlebihan dan bukan merupakan darah. Menurut kamus Dorlan leukorrhea adalah sekret putih yang kental keluar dari vagina maupun rongga uterus (rahim). Walaupun arti kata lekore yang sebenarnya adalah sekret (cairan) yang berwarna putih tetapi sebetulnya warna sekret bervariasi tergantung penyebabnya. Lekore pada dasarnya bukan merupakan sebuah penyakit melainkan gejala dan merupakan gejala yang sering dijumpai dalam ginekologi.

Ada Berapa Macam Keputihan?
1. Lekore Fisiologis
Merupakan keputihan yang normal dan bukan merupakan suatu penyakit. Basanya jernih atau putih dan menjadi kekuningan bila kontak dengan udara yang disebabkan oleh proses oksidasi, tidak gatal, tidak mewarnai pakaian dalam dan tidak berbau. Secara mikroskopik terdiri dari dinding vagina, cairan yang berasal dari dinding leher rahim, sekresi dari saluran yang lebih atas dalam jumlah yang bervariasi serta mengandung berbagai mikroorganisme terutama lactobacillus doderlein. Memiliki pH < 4,5 yang terjadi karena produksi asam laktat oleh lactobacillus dan metabolisme glikogen pada sel epitel vagina. Lekore fisiologis berasal dari cairan vagina, lendir serviks (leher rahim) dan lendir kelenjar bartholin dan skene dan biasa ditemukan pada keadaan antara lain:
1. Bayi baru lahir terutama sampai usia 10 hari, hal ini disebabkan pengaruh estrogen di plasenta terhadap uterus dan vagina bayi
2. Beberapa saat sebelum menstruasi pertama kali bagi wanita (Premenarche)
3. Saat sebelum dan sesudah haid
4. Saat atau sekitar ovulasi (masa subur)
5. Kehamilan
6. Faktor psikis
7. Rangsangan seksual pada wanita dewasa

B. Lekore Patologis
Merupakan keputihan yang tidak normal dan merupakan gejala dari adanya suatu penyakit. Lekore dikatakan patologis jika terjadi peningkatan volume (khususnya jika membasahai pakaian), terdapat bau yang khas, perubahan konsistensi maupun perubahan warna. Lekore patologis dapat disebabkan oleh:
Infeksi
Merupakan penyebab utama dari lekorea. Penyebab terbesar dari keputihan yang disebabkan oleh infeksi adalah hubungan seksual. Lekorea karena penyakit menular seksual bersfat abnormal dalam warna, bau atau jumlahnya, dapat disertai gatal dan pembengkakan di daerah kemaluan, nyeri saat berkemih, serta nyeri perut atau pinggang. Sebab lain masuknya kuman bisa pada waktu pemeriksaan dalam, pertolongan persalinan atau abortus, maupun pemasangan AKDR. Perubah flora dapat juga terjadi karena pencucian vagina yang kurang bersih serta pengobatan yang berlebihan. Pada anak-anak sering terjadi akibat higienis yang kurang baik.
a. Infeksi bakteri, paling sering disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoae,Chlamydia trachomatis, dan Gardenella vaginalis. Pada Neisseria gonorrhoea gejala berupa terdapat cairan agak kental, leher rahim bengkak dan kemerahan, dan mudah berdarah pada saat dilakukan pemeriksaan. Pada awal infeksi jarang ditemukan adanya gejala. Pada infeksi Gardenella vaginalis gejala berupa cairan berbau amis seperti ikan terutama saat berhubungan, terdapat warna putih keabu-abuan yang melekat pada dinding vagina. Sedang pada infeksi Chlamydia trachomatis gejala sangat ringan dan kadang tidak menimbulkan gejala, keluhan hanya berupa gatal dan terdapat cairan putih yang agak kental.
b. Infeksi virus, biasa disebabkan oleh virus, golongan herpes virus, Moluscum contagiosum, dan Condyloma.
c. Infeksi jamur, biasa disebabkan oleh Candida albicans. Gejala berupa keluhan panas, iritasi di daerah kemaluan, keputihan tidak berbau, pada cairan terdapat tanda seperti putih keju (cottage cheese) atau kepala susu krim.
d. Parasit, biasa disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. Gejala dapat berupa cairan keputihan yang banyak, berbau dan gatal, cairan putih kekuningan, berbusa (foamy), gejala khas leher rahim tampak seperti stroberi (strawberry cervix)
Benda Asing
Adanya benda asing seperti kotoran tanah atau biji-bijian pada anak-anak ataupun tertinggalnya tampon maupun kondom pada wanita dewasa, serta pemakaian alat kontrasepsi seperti IUD dapat merangsang pengeluaran sekret secara berlebihan.
Pengaruh Hormonal
Perubahan hormonal estrogen dan progesteron yang terjadi dapat dikarenakan adanya perubahan konstitusi dalam tubuh wanitu itu sendiri atau karena pengaruh dari luar misalnya karena obat/cara kontrasepsi, dapat juga karena penderita sedang dalam pengobatan hormonal.
Penyakit Keganasan
Pada kanker sel bertumbuh sangat cepat secara abnormal dan mudah terjadi kerusakan sel, Pada karsinoma serviks terjadi pengeluaran cairan yang banyak disertai bau busuk akibat terjadinya proses pembusukan dari sel yang rusak dan seringkali diseertai darah yang tidak segar akibat pecahnya pembuluh darah yang bertambah untuk memberikan makanan dan oksigen pada sel kanker tersebut.
Peningkatan Kadar pH Vagina
Usia pra pubertas, masa laktasi, pasca menopause dan beberapa keadan yang menyebabkan kurangnya estrogen, akan menyebabkan meningkatnya pH vagina. Naiknya pH akan menyebabkan pertumbuhan bakteri normal dalam vagina menjadi berkurang, tetapi sebaliknya pH yang meningkat akan memicu pertumbuhan bakteri patogen di vagina. Kurangnya estrogen akan menyebabkan penipisan mukosa vagina sehingga mudah terluka dan terinfeksi.

Bagaimana Mencegah Keputihan?
Ada beberapa kiat agar Anda seminimal mungkin terhindar dari keputihan, diantaranya ialah:
1. Menjaga hieginitas daerah intim Anda. Gunakan sabun biasa untuk membasuh, dihimbau oleh banyak dokter agar tidak terlalu sering menggunakan cairan pembersih.
2. Mencuci tangan hingga bersih sebelum membasuh.
3. Menjaga daya tahan tubuh dengan menkonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, cukup beristirahat dan selalu berfikiran positif.
4. Kebiasaan menggunakan pembalut tipis yang berlebihan di luar waktu menstruasi bukan merupakan kebiasaan yang baik karena dapat meningkatkan kelembaban di daerah kemaluan. Ganti pakaian dalam secara teratur, hindari pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat karena dapat membantu tumbuhnya jamur.

Jadi mulai saat ini, Anda sudah mengetahui beberapa informasi seputar keputihan. Jika Anda atau pasangan Anda memiliki keluhan berupa gejala-gejala keputihan, hendaknya sesegera mungkin berkonsultasi kepada dokter agar mendapatkan perhatian dan pengobatan sedini mungkin. Keputihan memang tidak berbahaya, namun jika berlarut-larut di biarkan akan menyebabkan komplikasi lain yang lebih berat. Wassalam.

 

Dikutip dari berbagai sumber.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s