Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Tidak Ada yang Lebih Penting

IMD2

Bayi yang baru lahir merupakan permata yang sangat kita tunggu, hendaknya kita senantiasa menjaga dan memberikan yang terbaik baginya. Tidak ada yang lebih baik yang bisa diberikan ibu bagi buah hatinya yang baru lahir selain kolostrum dari air susunya.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD), merupakan cara terbaik bagi ibu untuk melindungi sang bayi. Inisiasi dini memilik arti permulaan sekali. Inisiasi Menyususi Dini merupakan pemberian ASI untuk pertama kalinya sedini mungkin sesaat setelah bayi lahir. IMD merupakan awal sempurna bagi terpenuhinya ASI ekslusif.

Bagaimana Cara Pemberian IMD ?

Sesaat setelah bayi dilahirkan dan dipastikan tidak ada kontraindikasi dalam pemberian ASI (labiognatopalatoskizis, bayi prematur, bayi asfiksia dsb) bayi langsung diletakkan dalam posisi tengkurap di atas dada ibu untuk mencari puting susu ibu, dilakukan paling sedikit selama satu jam atau hingga bayi dapat menyusui sendiri. Beberapa ahli menyebutkan bayi tidak perlu dibersihkan terlebih dahulu, terutama bagian punggung tangan bayi karena cairan yang melekat pada tubuh bayi (amnion) membantu bayi mencari puting susu ibu yang berbau sama dengan cairan amnion tersebut. Bayi perlu diberikan penutup kepala dan selimut untuk menghindarkan bayi dari hipotermia.

Menunda segala prosedur yang harus dilakukan pada bayi baru lahir hingga proses IMD selesai, prosedur tersebut seperti, pemberian salep mata, pemberian vitamin K, penimbangan, pengukuran berat badan dsb

Apa Keuntungan IMD Bagi Ibu dan Bayi 

IMD memiliki keuntungan yang sangat besar bagi ibu dan bayi, hal ini menjadikan jika IMD tidak dilaksanaakan akan sangat merugikan bagi ibu dan bayi, berikut ialah keuntungan IMD bagi ibu dan bayi.

Bagi ibu, hisapan puting susu ibu oleh bayi merangsang pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin ibu. Oksitosin memiliki fungsi membantu kontraksi uterus/rahim sehingga mengurangi resiko perdarahan pasca melahirkan, selain itu kontraksi uterus juga  membantu keluarnya plasenta. Oksitosin juga merangsang pengeluaran ASI,  serta memberikan rasa tenang kepada ibu sehingga ibu merasa tenang pada saat proses pengeluaran plasenta dan proses pasca melahirkan lainnya.  Sedangkan Prolaktin berfungsi meningkatkan produksi ASI dan menunda proses ovulasi atau kesuburan ibu pasca melahirkan.

Bagi bayi, hisapan bayi mempercepat keluarnya kolostrum yang berfungsi memberikan bayi kekebalan pasif sehingga mengurangi resiko infeksi neonatus dan mengurangi resiko kematian pada bayi usia di bawah 28 hari. Gerakan bayi menghisap-hisap permukaan kulit ibu saat mencari puting ternyata memberikan keuntungan bagi bayi dimana gerakan tersebut merupakan cara alami bayi mengumpulkan kuman-kuman komensalisme yang diperlukan oleh sang bayi. Kontak kulit antara ibu dan bayi meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi. Selain itu, kontak kulit juga menghindarkan bayi dari kehilangan panas sehingga mengurangi resiko kematian bayi akibat hipotermia.

IMD merupakan salah satu bagian dari gerakan sayang ibu dan bayi, untuk dari itu penting bagi seluruh tenaga kesehatan melaksanakan program ini demi memberikan pelayanan yang maksimal bagi ibu dan bayinya yang baru lahir. Bagi keluarga hendaknya meminta atau mengingatkan petugas kesehatan yang membantu kelahiran sang ibu untuk melakukan IMD demi kesehatan ibu dan bayinya. Dengan keuntungan yang sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi menjadikan Tidak Ada yang Lebih Penting dari IMD.

Sumber: Buku APN GNPKR-POGI, Jakarta dan dari berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s