MENANTI SANG BUAH HATI

 

 

           Kehamilan ibu merupakan sesuatu yang sangat dinanti oleh seluruh pasangan suami istri di dunia ini. Hamilnya calon ibu merupakan karunia yang sangat berharga yang diberikan oleh Sang pencipta kepada setiap pasangan yang mengharapkannya.

            Namun setelah calon ibu diberikan janin dalam kandungannya, tidak jarang terdapat berbagai masalah  yang membuat masa-masa  kehamilan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dengan artikel ini kami berharap para pasangan suami istri yang sedang menunggu atau tengah menjalani kehamilan mengetahui bagaimana menjaga kehamilannya serta mengenali beberapa permasalahan yang biasa terjadi selama proses kehamilan tersebut berlangsung. Sehingga diharapkan pengetahuan mengenai permasalahan kehamilan ini dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi Yyang masih tinggi di Indonesia serta menciptakan generasi-generasi berkwalitas yang berguna bagi keluarga dan bangsa ini.

Mempersiapkan dan Menjaga Kehamilan Anda

Persiapan Kehamilan

            Setiap ibu yang menginginkan  kehamilan harus mempersiakan kehamilannya dengan baik demi calon  bayinya. Adapun persiapan yang sebaiknya dilakukan pasangan yang menginginkan kehadiran seorang anak ialah.

1. Konsultasi, konsultasikan keinginan Anda untuk memiliki anak kepada dokter ataupun tenaga kesehatan lainnya guna mendapatkan informasi mengenai masa subur , sehingga Anda dapat menentukan kapan sebaiknya Anda melakukan hubungan agar kehamilan dapat terjadi. Kemudian tanyakan pula  informasi lainnya seputar kehamilan dan perencanaannya.

2. Konsumsi makanan sehat, pasangan suami istri yang  menginginkan anak harus senantiasa menkonsumsi makan-makanan yang sehat dan bergizi serta mengandung tinggi protein dan  vitamin terutama  asam folat. Hal ini berguna agar ibu memiliki kondisi rahim yang sehat dan bapak memiliki kualitas sperma yang mumpuni.

3. Hidup sehat, bagi suami dan istri hendaknya menghindari rokok maupun berada di sekitar orang yang merokok. Hindari menkonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan dan zat-zat lain yang berbahaya bagi kesehatan. Mulai biasakan untuk rajin berolahraga dan istirahat yang cukup secara teratur,serta hindari stress yang berlebihan.

Tanda-tanda Kehamilan

             Setiap pasangan suami istri hendaknya mengetahui sedini mungkin tanda-tanda kehamilan pada sang ibu, hal tersebut berguna agar sedini mungkin kita dapat menjaga sebaik mungkin janin yang ada dalam kandungan ibu.

Adapun tanda-tanda kehamilan dapat dibagi menjadi dua, yaitu tanda mungkin kehamilan dan tanda pasti kehamilan.

1. Tanda mungkin kehamilan. Merupakan tanda-tanda yang dirasakan oleh penderita (ibu) maupun tanda objektif yang didapatkan oleh pemeriksa (dokter maupun bidan). Adapun yang termasuk tanda mungkin kehamilan adalah:

Tanda yang dirasakan oleh penderita

– Amenore, yaitu tidak adanya datang bulan minimal 2 bulan berturut-turut.

– Terasa terjadi pembesaran pada bagian perut

– Payudara terasa bengkak dan nyeri

– Rasa ingin kencing yang berlebihan akibat

   pembesaran rahim

– Rasa pusing, tidak nafsu makan disertai mual dan muntah terutama pada pagi hari.

Tanda objektif yang didapatkan oleh pemeriksa

– Pembesaran, perubahan bentuk dan   konsistensi rahim.

– Perubahan pada leher rahim (cervix)

– Balotemen positif , terasa goyangan pada perut ibu saat digoyangkan dari kedua sisi  akibat perut ibu berisi janin.

– tampak perubahan warna kulit ibu, seperti tanda hitam pada wajah (kloasma), puting   susu menjadi lebih hitam, terdapat garis pada perut, dll.

 

2. Tanda Pasti Kehamilan.

– Terdengar suara jantung bayi

– Teraba bagian-bagian bayi serta terasa    

   pergerakan bayi

– Terlihat rangka janin atau bagian janin dengan  foto rontgen maupun USG

Menjaga Kehamilan

            Setelah minimal dua minggu ibu tidak mengalami menstruasi, sebaiknya ibu segera memeriksakan keadaannya kepada petugas kesehatan. Jika positif hamil petugas kesehatan akan memberikan informasi yang tepat bagi keluarga.

             Pada fase ini sang ibu sudah mengandung janin dalam rahimnya. Bukan hanya ibu, tapi seluruh keluarga terutama suami dituntut untuk menjaga sang ibu dan calon bayinya agar tetap sehat hingga kehamilannya mencapai cukup bulan.

Adapun harus kita pahami dalam menjaga kesehatan ibu hamil ialah:

1. Mengingat kapan taksiran kelahiran yang telah disampaikan oleh bidan atau dokter pada saat pertama Anda terdiagnosis hamil.

2. Memeriksakan kandungan secara rutin ke pusat-pusat kesehatan terdekat. Makin sering ibu memeriksakan kehamilannya maka makin baik.

Namun pada ibu hamil tanpa keluhan tetapi tidak dapat memeriksakan kehamilannya secara sering maka sebaiknya ibu perlu memeriksakan kehamilannya paling sedikit 4 kali, yaitu:

– Satu kali pada usia kehamilan 1-3 bulan (trimester I)

– Satu kali pada usia kehamilan 4-6 bulan (trimester II)

– Dua kali pada usia kehamilan 7-10 bulan (trimester III)

Ibu perlu diperksa segera jika timbul-timbul keluhan atau bila janin tidak terasa bergerak lebih dari 12 jam.

Apa saja yang dilakukan pada pemeriksaan rutin kehamilan

1. Ukur Lingkar Lengan Atas (LiLA) pada saat pertama kali periksa, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ibu hamil mengalami kekurangan energi kronik atau tidak. Kurang energi kronik harus segera ditangani karena dapat mengganggu jalannya kehamilan.

2. Pengukuran tinggi badan, berguna bagi dokter atau bidan menaksir apakah nanti persalinan ibu dapat berlangsung normal atau perlu bantuan operasi.

3. Timbang berat badan setiap kali periksa kehamilan. Pada kehamilan yang baik berat badan ibu akan naik sesuai dengan umur kandungan.

4. Ukur tekanan darah setiap kunjungan.

5. Pemeriksaan tinggi puncak rahim, berguna untuk menentukan apakah ukuran kandungan sesuai dengan usia kehamilan. Selain itu pemeriksaan puncak rahim berguna untuk memeriksa letak janin.

6. Minum suplemen pil penambah darah satu buah setiap hari minimal 3 bulan. Konsumsi juga suplemen-suplemen  lain yang telah disarankan oleh dokter Anda.

7. Pemberian vaksin Tetanus Toksoid (TT), suntikan pertama diberikan pada saat pertama kali ibu terdiagnosis hamil, kemudiansuntikan ke dua diberikan minimal 4 minggu setelahnya atau maksimal usia kandungan 8 bulan.

8. Silahkan melakukan pemeriksaan seperti USG maupun pemeriksaan denyut jantung bayi dengan alat dopler jika fasilitas maupun tenaga terlatih tersedia.

Selama kehamilan yang harus diperhatikan oleh ibu adalah:

– Kurangi aktifitas fisik yang berat, berkendara, menkonsumsi sembarang obat-obatan dan berhubungan suami istri pada kehamilan trimester (3 bulan) pertama.

– Konsumsi makan-makanan yang bergizi dan tinggi asupan vitamin, zat besi, folat dan vitamin-vitamin lainnya guna memenuhi kebutuhan janin.

– Perhatikan kebersihan diri ibu,seperti mandi 2 kali sehari, menggosok gigi secara rutin dll.

– Tidak menkonsumsi zat-zat yang berbahaya bagi janin seperti rokok, minuman beralkohol, jamu-jamuan maupun obat-obatan.

– Beraktifitas lainnya seperti biasa setelah kehamilan diatas trimester kedua.

 Masa Mempersiapkan Persalinan

            Setelah hampir 10 bulan calon ibu mengandung, tibalah saatnya sang ibu akan melahirkan bayinya. Perencanaan persalinan tidak kalah pentingnya dengan menjaga kehamilan ibu selama ini. Tak jarang pada saat persalinan terdapat berbagai macam penyulit dari yang ringan hingga berat bahkan dapat menyebabkan kematian bagi ibu maupun bayinya.

            Adapun yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan persalinan ibu adalah,

1. Pastikan lagi kepada dokter atau bidan yang merawat ibu kapan tanggal perkiraan persalinan.

2. Pastikan ibu melahirkan didampingi oleh dokter maupun bidan terlatih. Segera hubungi tenaga kesehatan Anda begitu ada tanda ibu ingin melahirkan.

3. Persiapkan kebutuhan ibu dan bayi pada saat persalinan dan setelah persalinan seperti, pakaian ibu, perlengkapan bayi maupun kebutuhan makanan ibu selama proses persalinan.

4. Siapkan biaya persalinan, berguna untuk membeli obat-obatan dan keperluan kesehatan lain yang diperlukan ibu dan bayi.  Bagi keluarga tidak mampu pemerintah kini telah menerapkan Jaminan Persalinan (Jampersal), dimana biaya persalinan akan ditanggung oleh pemerintah.

5. Doa dan tawakal, berguna untuk memberikan ketenangan bagi ibu dan keluarga dalam menghadapi proses persalinan.

            Diharapkan dengan menerapkan hal-hal diatas kehamilan ibu dan kondisi janin menjadi lebih tarjaga, dapat terhindar dari faktor-faktor resiko penyulit pada kehamilan ataupun mendiagnosis secara dini segala faktor resiko yang ditemui. Dengan demikian akan mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Indonesia.

            Ibu selamat dan bayi yang sehat merupakan harapan kita semua. Semoga artikel ini berguna bagi setiap pasangan suami istri yang sedang menanti sang buah hati, wassalam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s