ASI ATAU SUSU FORMULA

Kita sering mendengar  agar setiap ibu yang baru melahirkan memberikan ASI atau air susu ibu pada sang buah hati, bahkan sebisa mungkin ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayi. Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak bayi dalam kandungan dilanjutkan pemberian air susu ibu (sarwono dkk). Tetapi, mengapa masih banyak ibu yang lebih memilih memberikan susu formula bagi bayinya?

Apa kegunaan ASI bagi anak kita?    

ASI merupaka hadiah terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu pada anak yang baru dilahirkannya. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum, kolostrum ini merupakan cairan kental dan berwarna kekuningan. kolostrum mengandung banyak immunoglobulin IgA  yaitu satu-satunya antibodi yang hanya didapatkan pada ASI ibu dan tidak didapatkan pada bahan makanan lainnya. IgA ini lah yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Anak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif tiga kali lebih rentan terkena berbagai penyakit dibandingkan dengan anak yang hanya mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Pada zaman sekarang, dengan alasan sibuk, ASI tidak keluar, anak tidak puas menyusu badan dan lain sebagainya, ibu memberikan susu formula atau susu kaleng pada bayinya yang masih berusia dibawah 6 bulan. Tahukah Anda kerugian yang bayi dapatkan akibat susu formula? Jelas pertumbuhannya tidak akan sama dengan anak yang mengkonsumsi ASI terutama ekslusif.

Berikut ialah keunggulan ASI dibanding susu formula :

1. Sumber gizi yang paling baik, komposisi ASI adalah sebaik-baiknya makanan bayi, memiliki kadar gizi seperti protein, lemak, dan glukosa yang disesuaikan. Kaya akan antibodi untuk daya tahan tubuh, serta AHA sebagai pemacu pertumbuhan sel-sel otak. Kadar AHA dalam ASI ini yang menyebabkan banyak ahli menyebutkan bahwa bayi yang menkonsumsi ASI kelak akan jauh lebih cerdas dibandingkan dengan bayi tanpa ASI. Kadar kandungan gizi pada ASI disesuaikan dengan umur bayi, yang berarti sesuai dengan pertumbuhan usus, pada akhirnya zat-zat tersebut akan terserap sempurna sesuai dengan kemampuan serap usus bayi.

Sedangkan pada susu formula, komposisi zat gizi yang dikandungnya selalu sama setiap minum, tidak tergantung pertumbuhan usus bayi. Selain itu tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat terserap sempurna. Misalnya protein pada susu formula, karena tidak mengikuti kebutuhan dan perkembangan usus bayi, molekul protein terkadang lebih besar dibandingkan pori-pori usus, hal ini menyebabkan protein tersebut tidak seluruhnya terserap. Akhirnya dengan rendahnya kadar protein, pertumbuhan bayi menjadi terganggu.

2. Mengandung zat pelindung tubuh, terutama IgA yang terdapat pada kolostrum. IgA merupakan satu-satunya antibodi yang didapatkan hanya pada ASI, sebagai pelindung dari beberapa penyakit yang tidak bisa dilindungi oleh antibodi lainnya. Selain itu ASI juga mengandung faktor bifidus yang merangsang pertumbuhan kuman Laktobasilus bifidus, yang berfungsi melindungi usus bayi dari berbagai macam penyakit saluran pencernaan seperti diare. Selain itu menurut penelitian terakhir, pemberian ASI dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan kanker pada usia dewasa muda.

Pada susu formula hanya sedikit ditemukan zat-zat pelindung tubuh dan sebagian besar adalah jenis yang “salah”, dengan kata lain tidak diperlukan oleh bayi. Selain itu pemberian susu formula sering menyebabkan penyakit diare, karena protein yang berasal dari sapi dan zat tepung yang terkandung pada susu tersebut dapat meningkatkan reaksi alergi pada bayi. Selain itu ditemukan pula beberapa jenis kuman merugikan pada susu formula seperti Enterobacter sakazakii.

3. Memberikan kedekatan kejiwaan antara ibu dan bayi yang terjadi selama bersentuhnya kulit bayi dengan ibu saat menyusui. Tidak halnya dengan susu formula.

4. Sebagai KB alami, jika ibu hanya menyusui bayinya dengan ASI selama 6 bulan tanpa makanan lain termasuk air putih, dapat mencegah terjadinya kehamilan selama masa tersebut. Cara ini disebut MLA (Metode Laktasi Amenore). Sedangkan hal ini tidak bisa didapatkan pada susu formula.

Pemberian ASI yang dianjurkan

1. ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. ASI saja sudah dapat memenuhi 100% kebutuhan bayi.

2. Dari 7-12 bulan ASI masih merupakan makanan utama bayi namun perlu ditambahkan makanan pendamping ASI berupa makanan lunak sesuai usia bayi.

3. Diatas 12 bulan makanan padat sudah menjadi makanan utama, namun tetap dianjurkan pemberian ASI hingga dua tahun.

Bagaimana jika ASI tidak keluar?

Banyak keluarga yang beralasan menggunakan susu formula karena pada awal setelah kelahiran ASI tidak keluar, akhirnya mereka memberikan susu formula sebagai pengganti ASI, hal tersebut dilakukan karena takut anak mereka mati kelaparan. Pemikiran tersebut adalah salah!!. Bayi tidak akan mati kelaparan, karena mereka memiliki kandungan lemak coklat yang sangat tinggi sehingga mampu bertahan tanpa makan hingga tiga hari. Waktu tiga hari merupakan waktu yang cukup untuk merangsang susu ibu agar keluar dengan cara menghispkannya terus kepada bayi. Adalah normal ASI ibu tidak langsung keluar setelah melahirkan, rangsangan yang dilakukan terus-menerus oleh hisapan bayi akan menyebabkan ASI keluar. Ibu habis melahirkan harus banyak menkonsumsi makan-makanan yang bergizi agar jumlah dan ASI yang keluar memiliki kualitas yang baik. Selan itu, sebelum persalinan tanyakanlah kepada bidan atau dokter beberapa pengetahuan mengenai menyusui, seperti pijat payudara, makanan yang dibutuhkan agar menghasilkan ASI yang baik, dan lain-lain. Ibu, ASI adalah hadiah terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu pada anak yang baru dilahirkannya.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s